Cara Menulis Kesimpulan Beserta Penjelasan Lengkap

Halo sahabat tuturilmu.com, ketika kamu sedang membaca suatu artikel dengan intensif dari awal hingga akhir, tentu kamu akan menemukan ide-ide pokok dari setiap paragraf atau tulisan di artikel tersebut bukan?

Nah apabila kamu sudah menemukan poin poin yang saya sebutkan diatas, barulah kamu bisa menarik simpulan dari artikel tersebut, lalu bagaimana cara menulis kesimpulan ? Yuk kita bahas lebih lanjut!

Apa itu Menulis Kesimpulan

Sebelum membahas mengenai cara menulis kesimpulan, ada baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu apa itu kesimpulan. Menulis kesimpulan dalam suatu kegiatan mengarang, proses penalaran memegang peranan yang sangat menentukan. Data ataupun fakta dikaitkan satu dengan yang lainnya untuk bisa mendapatkan kesimpulan.

Pemahaman dalam cara membuat kesimpulan sangat diperlukan untuk membuktikan bahwa sesuatu itu benar atau salah, dengan begitu kamu dapat menentukan apakah kesimpulan itu perlu diubah atau sebaliknya?

Alasan yang kamu berikan tentu tidak boleh sembarangan, alasan kamu harus benar dan masuk akal supaya orang dapat menerimanya.

Oleh karena itu, data yang sudah kamu kumpulkan, terlebih dahulu harus kamu pilih sesuai dengan tujuan kamu. Sesudah itu, data yang terpilih itu, dihubung-hubungkan sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan sebagai pendapat kamu.

“Lalu bagaimana kak supaya kesimpulan saya itu benar, dan bagaimana cara menulis kesimpulan nya kak?” Nah disini perlu untuk sahabat perhatikan cara dalam mencocokkan datanya, yang dimana tentu saja tidak boleh dilakukan dengan cara sembarangan ya sahabat tuturilmu. Harus cermat dan mengikuti jalan pikiran kamu yang logis.

Dengan kata lain, kamu harus bekerja dengan penalaran yang sehat. Penalaran itu apa ya? penalaran adalah proses menghubung hubungkan data sehingga sampai pada simpulan atau pendapat. Dan berikut adalah cara menulis kesimpulan yang mudah untuk kamu pahami.

Cara menulis kesimpulan

Dalam menulis kesimpulan suatu bacaan, kamu juga harus memperhatikan bahasa yang digunakan. Gunakanlah bahasa yang jelas, lugas, tidak boleh ambigu, dan memiliki nalar.

Apa itu ambigu

Ambigu adalah kata atau kalimat yang mendua arti. Jika kesimpulan yang kamu buat mengandung kalimat ambigu, maka pembaca akan mengalami kebingungan dalam memahami maksud kalimat tersebut.

Kalimat ambigu tidak bermakna tunggal, ya berarti maknanya lebih dari satu dong? Iya dong, Oleh karena ketika mempelajari cara menulis kesimpulan, hal tersebut harus kamu perhatikan karena bisa menimbulkan pemahaman yang berbeda antara pembaca yang satu dengan pembaca lainnya.

Kalimat ambigu merupakan salah satu ciri kalimat salah nalar. Dalam ucapan atau tulisan, sering dijumpai pernyataan yang mengandung kesalahan.

Kesalahan yang dimaksudkan di sini yaitu kesalahan yang berhubungan dengan proses berpikir, yaitu kesalahan dalam berbahasa atau disebut juga fengan kesalahan informal dan kesalahan berpikir atau biasa disebut dengan kesalahan formal.

Kesalahan informal

Sebagai sarana berpikir, bahasa mengandung kelemahan karena kata-kata sering tidak tegas maknanya, begitu juga halnya dengan kalimat. Perhatikan kalimat berikut ini.

Seorang sahabat karyawan yang rajin itu adalah anggota Buruh di Indonesia. (Siapa dong yang rajin?: seorang teman karyawan atau karyawannya?)

Kesalahan formal

Kesalahan formal ini sendiri, sering sekali terjadi pada saat proses penarikan kesimpulan dalam pemikiran deduktif dan induktif, oleh karena itu kamu perlu memperhatikan dengan baik dan benar cara menulis kesimpulan.

Kesalahan Induktif

1. Suatu generalisasi bisa menjadi terlalu luas

Terjadi karena anggota sampel yang diamati kurang mencukupi dan memadai.

Contoh:

Wanita kurang mampu dalam bidang matematika dibandingkan dengan pria. Kesimpulan tersebut diperoleh dari data di dalam kelas yang terdiri dari 35 wanita dan 30 pria, ternyata nilai tertinggi diperoleh oleh pria 10 nilai terendah diperoleh oleh wanita. Seharusnya kita membandingkannya beradasarkan nilai rata-rata.

2. Hubungan sebab akibat yang tidak memadai

Dalam berbahasa sering sekali kita jumpai hubungan sebab akibat yang tidak tepat karena akibat dihubungkan dengan penyebab berdasarkan kepercayaan atau penulis/pembaca sebagai penyebab utama.

Contoh:

Saya tidak pandai membetulkan mesin pesawat karena semua anggota keluarga saya tidak menyukai bidang otomotif

Saya tidak lulus karena guru matematika tidak menyukai saya.

Bacalah majalah selebritis maka kamu akan menjadi artis yang baik.

3. Kesalahan analogi

Kesalahan dalam cara menulis kesimpulan yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah kesalahan analogi. Kesalahan analogi yaitu dasar analogi yang digunakan bukan merupakan ciri esensi atau hakikatnya.

Misalnya:

Anak simpanse itu bisa dididik menjadi pilot karena cara pemahamannya sama dengan anak manusia. Dasar analogi (cara pemahamannya) tidak merupakan ciri esensial (dapat dididik menjadi pilot).

Kesalahan Deduktif

1. Kesalahan premis mayor tidak dibatasi

Contoh:

Semua pelaku kejahatan merupakan korban rumah tangga yang broken home. Kalau saja hakim masuk desa, di desa tidak akan ada lagi keadilan.

Apabila bentuk sentimen tersebut kita kembalikan ke dalam bentuk silogisme terlihat dengan jelas bahwa premis mayornya disini tidak dibatasi.

Premis mayor: Penyebab kejahatan ialah rumah tangga broken home.
Premis minor: Hakim memberantas ketidakadilan.

2. Kesalahan term keempat

Dalam hal ini term tengah bukan merupakan suatu bagian dari term mayor atau tidak ada hubungan antara kedua pernyataan.

Premis mayor: Semua siswa SMA akan langsung berkuliah.
Premis minor: Supri siswa SMA.

Dari kedua premis itu tentu tidak dapat ditarik kesimpulan karena terdapat term keempat atau tidak ada term tengah yang menghubungkan kedua premis tersebut.

3. Kesimpulan terlalu luas

Terjadi apabila kesimpulan lebih luas daripada premisnya. Premis mayor partikular dan kesimpulan universal.

Premis mayor: Sebagian orang Asia hidup makmur.
Premis minor: Orang Jepang adalah orang Asia.
Kesimpulan: Orang Jepang hidup makmur.

4. Kesimpulan premis-premis negatif

Contoh:
Premis mayor: Semua pohon pisang tidak bercabang.
Premis minor: Tiang lampu tidak bercabang.
Kesimpulan: Tiang lampu adalah pohon kelapa.

Penutup

Bagaimana? Sudah sedikit paham mengenai cara menulis kesimpulan? Kalau kamu sudah paham, coba jelaskan apa kesimpulan dari artikel yang baru saja kamu baca. Tuliskan dikolom komentar ya sahabat tuturilmu.

Tinggalkan komentar