Ini Dia Sanksi Pidana Bagi Pelaku Judi Online

Maraknya judi online kini telah menjadi kecanduan bagi sejumlah orang. Judi slot kini bisa dimainkan secara online melalui gadget atau laptop. Situasi pandemi yang telah merenggut mata pencaharian sebagian orang semakin menjadi faktor pendorong judi online menjadi salah satu alternatif bagi sebagian orang untuk mendapatkan penghasilan.

Padahal, dalam menyelenggarakan judi slot online, sudah bisa dipastikan bandar atau penyelenggara adalah pemenang yang sesungguhnya. Ada beberapa ancaman hukuman yang harus diperhatikan bagi penyelenggara dan pemain judi slot online ini.

Benny Surbakti, pembina Elang Maut Law Club, mengatakan aturan terkait perjudian online tertuang dalam Pasal 27 ayat 2 UU ITE.

“Mengenai perjudian online diatur dalam Pasal 27 Ayat 2 UU ITE,” kata Benny Surbakti, dikutip dari kanal YouTube Elang Maut, Selasa 31 Mei 2022.

Pasal 27 ayat 2 UU ITE berbunyi sebagai berikut: “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik dapat diakses dengan muatan perjudian.”

Ancaman Pidana Bagi Pelaku Judi Online

Lebih lanjut Benny Surbakti menjelaskan, ancaman hukum bagi pelanggar UU ITE Pasal 27 ayat 2 adalah pidana penjara paling lama enam tahun atau denda paling banyak Rp. 1 miliar.

“Mereka akan diancam dengan pidana penjara paling lama 6 tahun atau dengan denda paling banyak sebesar Rp 1 miliar,” katanya.

Meski ada payung hukumnya, Benny Surbakti juga mengungkapkan beberapa alasan kenapa penyelenggara judi online sulit diproses secara hukum.

“Saya kira pembuktiannya agak sulit, karena mungkin operatornya berada di luar negeri, kalau operatornya di Indonesia saya yakin dia sudah pasti kami tangkap juga,” jelas Benny.

Ada beberapa negara yang tidak melarang judi online dan dengan adanya internet masyarakat Indonesia dapat mengakses situs judi slot online tersebut. Namun, Benny Surbakti menegaskan hal tersebut tetap bisa diproses secara hukum jika memenuhi unsur melanggar hukum dan dapat dibuktikan.

“Tapi sebenarnya dapat diproses, jiakalau memenuhi dasar unsur pelanggaran dan disertakan bukti perjudian itu ada,” ujarnya.

Baca Juga: Judi Online Hukumannya Berat, Kenapa Masih Banyak Yang Main?

Tinggalkan komentar