Masih Nekad Posting Judi Online di Sosmed? Hukuman Berat Menunggu

Masyarakat diminta tidak menyebarluaskan informasi terkait indikasi judi online melalui sejumlah aplikasi di media sosial seperti Facebook, Twitter, atau Instagram.

“Ini karena ada sejumlah pasal pidana yang bisa menjerat pelaku,” kata pengamat hukum Dedy Kurniadi dalam akun Youtubenya yang membahas Binary Options: Investasi Bodoh atau Judi, baru-baru ini.

Menurut Dedy, penyelenggara judi online dan binary option mungkin berada di luar negeri, dan hal ini sulit dijangkau oleh penegak hukum di Indonesia.

Namun, pemain dan pihak yang menyebarkan informasi tentang perjudian, baik melalui informasi elektronik atau dokumen elektronik yang kemudian disebarkan dan dikirim sedemikian rupa, dapat dikenakan Pasal 27 ayat 2 KUHP karena kegiatan tersebut dilarang.

“Hati-hati untuk tidak menyebarkan informasi yang mengandung perjudian karena ancaman hukumannya adalah pasal 27 ayat 2 juncto ayat 5 dengan hukuman 6 tahun.”

“Perjudian online seperti perjudian hongkong yang disidangkan di pengadilan negeri di beberapa kota memiliki puluhan putusan yang menggunakan Pasal 27 karena menggunakan media sosial, WhatsApp atau email sebagai alat untuk menyampaikan informasi tentang perjudian,” jelas Dedy.

Pihaknya mengaku mengawal kasus dugaan penipuan binary options yang patut diduga sebagai varian baru penipuan investasi dan judi online jika mengacu pada ketentuan KUHP.

“Jadi sangat menarik bahwa saya berencana untuk terus mengikuti kasus ini karena kami melihat atau melihat cukup banyak varian investasi penipuan, tetapi ini adalah pertama kalinya Mabes Polri mengindikasikan bahwa ini harus dicurigai sebagai perjudian online. , ada kabar,” katanya.

Baca Juga: INI DIA SANKSI PIDANA BAGI PELAKU JUDI ONLINO

Tinggalkan komentar